Bahaya Jika Kita Berbuat Syirik

Syirik bukanlah hanya diartikan dengan seseorang menyembah berhala atau mengakui ada pencipta selain Allah. Hal tadi memang termasuk syirik. Namun kesyrikan sebenarnya lebih luas daripada itu. Dalam masalah ibadah, jika ada satu ibadah dipalingkan kepada selain Allah, itu pun sudah termasuk syirik.

Meskipun ibadah itu ditujukan kepada malaikat, orang sholeh, seorang nabi, wali, jin atau pada batu berhala, kesemuanya sama-sama syirik. Sehingga jika ada yang menyembelih dengan melakukan tumbal pada jin penjaga jembatan, maka ini pun termasuk kesyirikan karena nusuk (penyembelihan) adalah suatu ibadah. Begitu juga bergantungnya hati atau tawakkal adalah ibadah, sehingga jika seseorang menggantungkan hati pada jimat, penglaris, rajah, wafaq, susuk dan pelet dengan tujuan untuk kesaktian, membuat laris dagangan, atau menarik cinta, ini pun termasuk kesyirikan. Namanya ibadah hanya boleh ditujukan pada Allah semata. Inilah makna syirik yang patut kita pahami dengan baik.

Jika kita telah memahami hal ini, maka perlu diketahui bahwa kesyirikan memiliki bahaya yang amat besar dan pengaruh ini akan dirasakan di dunia dan akhirat kelak. Tulisan berikut ini akan mengupas beberapa bahaya kesyirikan secara global dan ringkas:

1. Segala kejelekan di dunia dan akhirat diakibatkan oleh syirik.

2. Sebab utama kesulitan di dunia dan akhirat adalah karena syirik.

3. Rasa khawatir dan lepasnya rasa aman di dunia dan akhirat disebabkan karena syirik. Sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman,

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุจูุณููˆุง ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุธูู„ู’ู…ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ

โ€œOrang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.โ€ (QS. Al Anโ€™am: 82).

4. Orang yang berbuat syirik akan sesat di dunia dan akhirat. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ูŽู‘ ุถูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง

โ€œBarangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnyaโ€ (QS. An Nisaโ€™: 116).

5. Orang yang berbuat syirik akbar (besar) tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan belum bertaubat. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู…ูŽุง ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู ุงูู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง

โ€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 48).

6. Jika seseorang berbuat syirik akbar (besar), seluruh amalannya bisa terhapus. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒููˆุง ู„ูŽุญูŽุจูุทูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

โ€œSeandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.โ€ (QS. Al Anโ€™am: 88).

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃููˆุญููŠูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู„ูŽุฆูู†ู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒู’ุชูŽ ู„ูŽูŠูŽุญู’ุจูŽุทูŽู†ูŽู‘ ุนูŽู…ูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุชูŽูƒููˆู†ูŽู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ

โ€œDan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. โ€œJika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.โ€ (QS. Az Zumar: 65).

7. Orang yang berbuat syirik akbar pantas masuk neraka dan diharamkan surga untuknya. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ูˆูŽู…ูŽุฃู’ูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู

โ€œSesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.โ€ (QS. Al Maidah: 72).

Dari Jabir, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุดู’ุฑููƒู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ูŠูุดู’ุฑููƒู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽ

โ€œBarangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk nerakaโ€ (HR. Muslim no. 93).

8. Syirik akbar membuat pelakunya kekal dalam neraka. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูููŠ ู†ูŽุงุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ุฎูŽุงู„ูุฏููŠู†ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุงู„ู’ุจูŽุฑููŠูŽู‘ุฉู

โ€œSesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhlukโ€ (QS. Al Bayyinah: 6).

9. Syirik adalah sejelek-jelek perbuatan zholim dan sejelek-jeleknya dosa sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู‚ู’ู…ูŽุงู†ู ู„ูุงุจู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุนูุธูู‡ู ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠูŽู‘ ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒูŽ ู„ูŽุธูู„ู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ

โ€œDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: โ€œHai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besarโ€.โ€ (QS. Lukman: 13).

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู ุงูู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง

โ€œBarangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 48).

10. Allah dan Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berlepas diri dari orang yang berbuat syirik. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฃูŽุฐูŽุงู†ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฌูู‘ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุจูŽุฑููŠุกูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู

โ€œDan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikinโ€ (QS. At Taubah: 3).

11. Syirik adalah sebab utama yang mendatangkan murka dan siksa Allah, serta menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Semoga Allah melindungi kita dari segala hal yang mendatangkan murka Allah.

12. Syirik menghapuskan cahaya fithroh seorang hamba. Karena seorang hamba pertama kali dijadikan dalam keadaan fithroh yaitu di atas tauhid dan ketaatan. Allah Taโ€™ala berfirman,

ููุทู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ููŽุทูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุจู’ุฏููŠู„ูŽ ู„ูุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ู…ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œ(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuiโ€ (QS. Ar Rum: 30).

Begitu pula sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ยซ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏู ุฅูู„ุงูŽู‘ ูŠููˆู„ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽุฉู ุŒ ููŽุฃูŽุจูŽูˆูŽุงู‡ู ูŠูู‡ูŽูˆูู‘ุฏูŽุงู†ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูู†ูŽุตูู‘ุฑูŽุงู†ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูู…ูŽุฌูู‘ุณูŽุงู†ูู‡ู ุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูู†ู’ุชูŽุฌู ุงู„ู’ุจูŽู‡ููŠู…ูŽุฉู ุจูŽู‡ููŠู…ูŽุฉู‹ ุฌูŽู…ู’ุนูŽุงุกูŽ ู‡ูŽู„ู’ ุชูุญูุณูู‘ูˆู†ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฌูŽุฏู’ุนูŽุงุกูŽ ยป . ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽุจููˆ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ( ููุทู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ููŽุทูŽุฑูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ) ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽ

โ€œTidaklah seorang anak dilahirkan melainkan di atas fithroh. Ayahnya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi. Sebagaimana binatang ternak melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, apakah kamu melihat ada yang cacat padanya?โ€ Lantas Abu Hurairah โ€“radhiyallahu โ€˜anhu- membacakan ayat (yang artinya), โ€œFitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah ituโ€ (HR. Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658).

Begitu pula dalam hadits qudsi disebutkan,

ูˆูŽุฅูู†ูู‘ู‰ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุนูุจูŽุงุฏูู‰ ุญูู†ูŽููŽุงุกูŽ ูƒูู„ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠูŽุงุทููŠู†ู ููŽุงุฌู’ุชูŽุงู„ูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏููŠู†ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ู„ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‰ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูู†ู’ุฒูู„ู’ ุจูู‡ู ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ู‹ุง

โ€œSesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hunafaโ€™ (islam) semuanya, kemudian syetan memalingkan mereka dari agama mereka, dan mengharamkan atas mereka apa yang Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku turunkan keterangannyaโ€ (HR. Muslim no. 2865). Yang dimaksud hunafaโ€™ adalah dalam keadaan Islam, sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah (Syarh Shahih Muslim, 17: 197).

13. Syirik mengantarkan pada pengagungan terhadap jiwa yang hina. Karena orang musyrik merendahkan diri pada setiap thogut di muka bumi. Karena sandaran hatinya hanyalah makhluk yang tidak dapat melihat dan tidak berakal. Yang mereka sembah adalah selain Allah dan menghinakan diri padanya. Ini sungguh adalah bentuk penghinaan pada diri sendiri.

14. Syirik akbar (besar) menjadikan halalnya darah dan harta sebagaimana sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ุฃูู…ูุฑู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูู‚ูŽุงุชูู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ูˆูŽูŠูู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽูŠูุคู’ุชููˆุง ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉูŽ ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ููˆุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽุตูŽู…ููˆุง ู…ูู†ูู‘ู‰ ุฏูู…ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุญูŽู‚ูู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุญูุณูŽุงุจูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

โ€œAku memerintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal ini, maka darah dan harta mereka aman kecuali jika ada sebab hukum Islam dan hisab mereka tergantung pada Allahโ€ (HR. Bukhari no. 25 dan Muslim no. 21).

15. Syirik akbar (besar) menyebabkan permusuhan antara pelakunya dengan orang beriman. Tidak boleh seorang mukmin memiliki loyalitas dengan orang musyrik walau itu kerabat dekat. Allah Taโ€™ala berfirman,

ู„ูŽุง ุชูŽุฌูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ุงู‹ ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ูŠููˆูŽุงุฏูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุฏูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุขุจูŽุงุกู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠุฑูŽุชูŽู‡ูู…ู’

โ€œKamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga merekaโ€ (QS. Al Mujadilah: 22).

16. Syirik ashgor (kecil) mengurangi keimanan seseorang dan sebagai wasilah (perantara) menuju syirik akbar.

17. Syirik khofi (yang samar) seperti syirik dalam riyaโ€™ dan beramal dengan tujuan mencapai dunia, syirik seperti ini akan menghapuskan amalan yang terkait dengannya. Dan syirik khofi lebih dikhawatirkan dari Al Masih Dajjal dan lebih dikhawatirkan akan menimpa umat Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œMaukah kamu kuberitahu tentang sesuatau yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al Masih Ad Dajjal? Para sahabat berkata, โ€œTentu sajaโ€. Beliau bersabda, โ€œSyirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya โ€œ (HR. Ahmad dalam musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jamiโ€™ 2604)

Semoga dengan mengetahui hal ini semakin membuat kita khawatir dengan kesyirikan. Dan semoga Allah menjauhkan kita dari berbuat syirik, apa pun jenisnya.

Wallahu waliyyut taufiq.

Referensi:

Nurut Tauhid wa Zhulumatusy Syirk, Syaikh Dr. Saโ€™id bin Wahf Al Qohthoni, terbitan Maktabah Malik Fahd Al Wathoniyah, cetakan ketiga, 1421 H.

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 11 Rabiโ€™uts Tsani 1433 H

โ€”

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

Dari artikel ‘Bahaya Jika Kita Berbuat Syirik โ€” Muslim.Or.Id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: